Masjid Daarurrahman Bandung City View (BCV)

Bersama & Berbagi Faedah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah

Semangat Memakmurkan Masjid

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 12 oleh ustadz Yudi Gunardi di Masjid Daarurrahman.

Masjid bagi umat Islam merupakan sebuah tempat yang sangat penting. Yang paling utama adalah sebagai tempat beribadah. Shalat 5 waktu bagi muslim laki-laki.

Dalam Sirah Nabi Muhammad SAW, keutamaan dari masjid dapat dilihat dari ketika Nabi dalam perjalanan singgah di sebuah tempat yang bernama Quba, tempat yang pertama kali dibangun adalah masjid. Pun juga ketika di Madinah, Beliau juga membangun masjid.

Nabi membangun masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai awal dari membangun peradaban. Dari sanalah Nabi mengajarkan mengenal Allah Yang Maha Esa. Nabi juga mengajarkan bermasyarakat yang baik dari sana.

Keutamaan dari masjid juga bisa diketahui melalui kisah perjalanan Nabi yang tidak masuk akal menurut pemikiran manusia. Yaitu Isra’ Mi’raj. Dimana perjalanan dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dilanjutkan dengan naik ke langit ke 7.

Ini menunjukkan bahwa peran masjid merupakan sentral dari umat muslim. Laksana air bagi ikan. Tanpanya ikan tidak akan dapat meneruskan hidup. Menggelepar lalu mati. Maka masjid juga menjadi pembeda peradaban muslim dengan peradaban yang lainnya.

Allah juga menjanjikan balasan yang luar biasa kepada orang-orang yang memakmurkan masjid. Mereka akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. QS At-Taubah:18

Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meraup pahala kebaikan sebanyak-banyaknya. Memakmurkan masjid menjadi salah satu caranya. Dengan cara menghidupkan malam-malamnya, memperbanyak iktikaf, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Wallahu a’lam bishawab.

No comments yet.

Leave a Comment

Remember to play nicely folks, nobody likes a troll.