Mengenal Daya Tarik Al-Qur’an di Syahrul Qur’an

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 9 oleh Ustadz Dadan Ramadhan di Masjid Daarurrahman.

Bulan suci Ramadhan dikenal memiliki banyak nama. Salah satunya adalah Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur’an). Nama ini terabadikan didalam Al-Qur’an.

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. [QS Al Baqara 185]

Begitu pentingnya Al Qur’an ini bagi kehidupan karena berisi petunjuk dan penjelasan-penjelasannya bagi manusia khususnya untuk membedakan mana yang hak dan yang bathil.

Namun ada sebuah pertanyaan besar yang perlu dipikirkan bersama. Sudah sejauh mana kita mencintai Al Qur’an ini ? Apakah ketika kita tidak membacanya muncul rasa gundah merasa ada yang kurang ? Atau hanya biasa-biasa saja ? Atau pertanyaannya susah dijawab ?

Bagi yang kesulitan menjawabnya, coba pakai analogi game online yang sekarang ini banyak pemainnya. Bahkan sampai anak-anak. Ambil contoh Mobile Legend. Apa yang membuatnya sampai tidak bisa dilewatkan barang sebentar ?

Daya tarik! Game-game online bisanya punya gambar yang bagus. Animasi yang menggugah imajinasi, dan bonus-bonus yang membuat memainkannya jadi tambah asyik.

Analogi mirip juga bisa didapatkan dari drama Korea (drakor). Punya daya tarik! Pemain-pemainnya cakep dan cantik. Kulitnya putih-putih. Berpostur tinggi. Yang seperti ini dipersepsi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia adalah yang bagus.

Begitu juga seharusnya persepsi kita terhadap Al-Quran. Harus diyakini memiliki daya tarik sehingga asyik dan mengasyikkan. Tidak seperti game online atau drakor yang daya tariknya cuma karena dipersepsi baik. Daya Tarik al-Qur’an ini nyata. Salah satunya adalah Al-Qur’a sebagai pemberi petunjuk hidup. Disampaikan oleh Allah sendiri lewat QS Al Baqara 185.

Selain dari itu masih banyak daya pikat al-Qur’an yang bisa didapat, antara lain :

  • Orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan 10 kebaikan dari setiap 1 hurufnya. Bahkan meski dibaca secara terbata-bata tetap mendapatkan kebaikan. Apalagi jika dibaca dengan indah.
  • Bagi yang mampu menghafalkan 30 juz, kelak dia akan mengalungkan bunga dan jubah kebesaran kepada orang tuanya di hari kiamat. 
  • Sebaik-baik orang adalah yang mempelajari, mengkaji, men-tadaburi, menghafal, mengamalkan, dan mengajar Al-Qur’an kepada yang lain.
  • Ahlul Qur’an akan mendapatkan surga yang istimewa. 

Melihat banyaknya daya tarik tersebut, sudah selayaknya jika seorang muslim untuk selalu membaca dan mempelajarinya. Karena dia akan menemukan keindahan-keindahan dari dalam Al-Qur’an.

Ketika keindahan-keindahan itu didapat, maka akan tumbuh kerinduan yang melahirkan cinta Al-Qur’an. Cinta menurut Ibnu Qoyim Al Jauziah adalah kecenderungan yang kekal dengan hati yang senang.

Adapun tahapan yang bisa dilakukan agar tumbuh kecintaan antara lain bersimpati, curhat, rindu, syik (kemesraan), pasrah (taat) kepada Al-Qur’an. Jika seseorang sudah bisa dilakukan maka hidupnya akan selalu mendapat petunjuk dari Allah.

Wallau’alam bishawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *