Masjid Daarurrahman Bandung City View (BCV)

Bersama & Berbagi Faedah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah

Inilah Yang Harus Diketahui Agar Meraih keutamaan Ramadhan

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 4 oleh Ustadz Sinyo di Masjid Daarurrahman.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa [ QS. Al Baqarah 183]

Ayat tersebut menjadi dasar umat muslim untuk menjalankan shaum atau puasa. Yaitu ibadah klasik yang telah ada sebelumnya. Allah memerintahkan kembali dengan aturan yang berbeda dari sebelumnya.

Pada ayat tersebut juga ada tujuan yang menjadi ujung dari orang yang melaksanakan puasa. Yaitu menjadi umat yang bertakwa. Ini berarti bahwa shaum seharusnya menjadikan orang bertakwa. Atau meningkat takwanya.

Namun menurut Ustadz Sinyo, masih banyak orang berpuasa tapi tidak juga meningkat ketakwaannya. Jika merasa termasuk dalam golongan ini maka haruslah segera merasa cemas. Pasti ada yang keliru dengan puasanya.

Salah satu kewajiban yang harus dilakukan saat shaum adalah menahan. Menahan diri terhadap yang halal pada waktu yang ditetapkan. Dan yang terberat adalah menahan nafsu.

Nafsu ghadabiyah adalah dorongan dalam jiwa manusia untuk merusak, menghancurkan, kebencian, persaingan, kontestasi, dan pertahanan diri dari ancaman. Mengikuti nafsu ini akan menyebabkan gangguan terhadap kehidupan.

Nafsu syahwatiyah adalah dorongan diri untuk mencapai sebuah tujuan-tujuan yang dianggap nikmat seperti kekuasaan, harta, kecenderungan pada lawan jenis, dan seterusnya. Mengikuti nafsu ini menyebabkan orang tidak mampu berpikir dengan baik.

Kedua nafsu tersebut memang ada dalam diri setiap masing-masing orang. Karena hal ini dibutuhkan untuk kehidupan. Dengannya manusia akan mampu berkembang. Tetapi yang dibutuhkan adalah pengendalian keduanya.

Maka shaum mengajak orang untuk menjadi pribadi yang mampu menahan dalam arti melakukan kendali. Tidak hanya makan minum dan berhubungan dengan pasangan, tetapi juga menahan nafsu.

Wallau’alam bishawab

No comments yet.

Leave a Comment

Remember to play nicely folks, nobody likes a troll.